DAEGU, Waspada.co.id – Timnas Indonesia U-19 menghadapi Korea Selatan U-19 dalam laga uji coba internasional di DGB Daego Bank Park, Daegu, Korea Selatan, pada Selasa (29/3).
Di laga tersebut, Timnas Indonesia U-19 bisa mencetak satu gol, tapi tetap keok dengan skor telak. Korea Selatan langsung tampil dengan tempo cepat. Pada menit 10, mereka berhasil membobol gawang Timnas Indonesia U-19 melalui aksi Jung Jong-hun usai bekerja sama apik dengan rekannya.
Empat menit kemudian, Timnas Indonesia kembali kebobolan. Gol kedua Korea Selatan U-19 lahir lewat kaki Kang Sung-jin yang mampu memanfaatkan sapuan lemah bek Timnas Indonesia U-19.
Timnas Indonesia U-19 mendapat peluang bagus pada menit 16. Ronaldo Kwateh selaku ujung tombak mendapat umpan ke dalam kotak penalti. Namun tembakannya masih lemah dan bisa ditahan kiper lawan.
Selepas peluang tersebut, Korea Selatan U-19 kembali mengejutkan Indonesia. Lewat serangan dari sisi kiri, Jung Jong-hun melakukan cut-back untuk melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Indonesia. Korea Selatan U-19 punya kesempatan untuk unggul 4-0 pada menit 19.
Hanya saja, gol tersebut dianulir wasit lantaran pemain Negeri Ginseng sudah dianggap offisde. Buruknya pertahanan timnas Indonesia memaksa Shin Tae-yong melakukan pergantian dini. Pada menit 19, kiper Erlangga Setyo digantikan Cahya Supriadi.
Di menit 23, Timnas Indonesia mendapat peluang emas. Umpan Alex Kamuru berhasil ditahan Arsa Ahmad. Dia melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti tetapi masih belum menemui sasaran. Shin Tae-yong kemudian memainkan Marselino Ferdinan pada menit 25.
Dia tampil menggantikan Frezy Al Hudaifi. Sementara dua pemain lain yakni Mikhael Tata dan Ferdiansyah juga masuk untuk menggantikan Alex Kamuru dan Arsa Ahmad.
Masuknya Marselino langsung mengubah tempo permainan. Timnas Indonesia U-19 sedikit lebih baik dalam menguasai bola dan bahkan menciptakan beberapa peluang yang sayangnya belum bisa dikonversi Ronaldo Kwateh dan kawan-kawan menjadi gol.
Timnas Indonesia U-19 berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit 43 lewat sundulan Marselino Ferdinan setelah memanfaatkan umpan silang Subhan Fajri. Hingga babak pertama berakhir, tidak ada lagi gol yang terjadi. Timnas Indonesia U-19 untuk sementara tertinggal 1-3 dari Korea Selatan U-19.
Di babak kedua, Timnas Indonesia tampil lebih berani. Para pemain tampak lebih nyaman saat menguasai bola maupun ketika melakukan pressing terhadap lawan. Timnas Indonesia U-19 beberapa kali melancarkan serangan, tetapi kesulitan untuk menembus pertahanan Korea Selatan U-19 yang terorganisir dengan sangat baik.
Pada menit 52, Timnas Korea Selatan U-19 mendapat hadiah tendangan bebas di depan kotak penalti. Tembakan pemain Korea Selatan cukup baik tetapi masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Lima menit kemudian Korea Selatan U-19 kembali menebar ancaman. Jung Jong-hun menyambut umpan lewat sundulan yang masih melebar ke sisi kiri gawang timnas Indonesia. Perbaikan performa Timnas Indonesia di babak kedua membuat jalannya laga berlangsung cukup seimbang.
Mereka tercatat mampu mengimbangi tekanan tinggi Timnas Korea Selatan U-19. Menit 80, petaka menimpa Timnas Indonesia U-19. Pelanggaran terjadi di kotak terlarang hingga Korea Selatan U-19 mendapat hadiah penalti dan Choi Seong-min selaku eksekutor berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik untuk membawa tim asuhan Kim Eun-jung unggul 4-1. Timnas Indonesia U-19 coba merespons dengan memberikan tekanan terhadap Korea Selatan bahkan ketika lawan masih menguasai bola di pertahanannya sendiri.
Korea Selatan U-19 kembali mendapat hadiah penalti pada menit 87. Marcel Januar melanggar kapten Korea Selatan, Lee Seung-Won. Seung-won selaku eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia melepaskan tembakan keras ke arah kanan gawang Indonesia yang mengecoh kiper Cahya Supriadi. Skor berubah 5-1 untuk keunggulan Korea Selatan U-19.
Timnas Indonesia U-19 coba menyerang di sisa waktu yang ada. Namun, pertahanan Korea Selatan U-19 begitu solid. Skor 5-1 untuk kemenangan tuan rumah pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga. (wol/viva/ari/d2)
Discussion about this post