JAKARTA, Waspada.co.id – Pengacara, Kamaruddin Simanjuntak, mengungkap caranya membongkar kasus kematian Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, yang semula disebutkan akibat tembak menembak dengan Bharada E hingga berubah menjadi pembunuhan berencana.
Hal itu dikatakan Kamaruddin saat memberikan kesaksian dalam dugaan perkara pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer.
Menurutnya, dugaan kematian Brigadir J janggal itu terungkap setelah mendapat surat kuasa hukum dari pihak keluarga Brigadir J pada 13 Juli 2022 lalu. Dia kemudian melakukan investigasi secara internal hingga analisa mengenai kematian Brigadir J akibat dibunuh semakin yakin.
“(Investigasi) Sejak menerima kuasa pada tanggal 13 Juli. Tetapi saya sudah yakin pembunuhan berencana,” kata Kamaruddin kepada JPU di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10).
Dari hasil investigasinya, Kamarudin mengklaim menemukan kejanggalan dalam kasus kematian Brigadir J. Dugaan kliennya dibunuh itu menurut Kamaruddin diperkuat informasi intelijen yang tidak disebutkan namanya bahwa kematian Brigadir J akibat tembak menembak adalah bohong atau rekayasa.
“Ada informasi terjadi tembak menembak dan ada dugaan pelecehan di rumah dinas Duren Tiga. Di situlah saya merasa janggal. Saya lakukan wawancara intelijen dan minta dirahasiakan. Ternyata itu adalah hoaks,” ujar dia.
Mendengar keterangan dari Kamaruddin, Hakim Ketua Wahyu Iman Santosa bertanya soal informasi tersebut untuk dibeberkan secara spesifik dan jelas agar bisa dijadikan sebagai bukti di persidangan.
“Saudara di awal menjelaskan kami mendapatkan informasi tidak boleh disebutkan identitasnya bahwa ini adalah pembunuhan. Boleh Anda jelaskan spesifik apa yang Anda ketahui?” ujarnya.
Meski telah diminta untuk dibongkar, Kamaruddin tetap kukuh untuk tidak menyebut siapa pemberi informasi intelijen. Hal itu demi keselamatan pemberi informasi yang disebut masih bertugas di salah satu instansi.
“Jadi informasi ini sifatnya intelijen, lalu kami telusuri untuk kebenarannya,” kata dia.
Kamaruddin lalu menyebutkan temuan dari investigasinya bahwa Putri sempat menggoda Brigadir J ketika di Magelang namun ditolak.
“Yang saya ketahui dan teman-teman saya berdasar investigasi bahwa ini pembunuhan berencana yang sudah direncanakan sejak di Magelang. Di Magelang itu ada informasi bahwa terdakwa PC menggoda almarhum. Lalu almarhum tidak mau dan pergi keluar,” terangnya.
Godaan Putri itu menurut Kamaruddin berdasarkan informasi diterimanya ditolak Yoshua. Sampai pada akhirnya Kuat Maruf yang merupakan sopir pribadi Putri Candrawathi disebut Kamaruddin menodongkan pisau kepada Yoshua.
“Kemudian ada informasi lagi kami dapatkan bahwa terdakwa kuat maruf memegang pisau. Ditujukan kepada almarhum,” katanya.
Di sisi lain, berdasar informasi yang diterima Kamaruddin bahwa ketika asisten rumah tangga Putri bernama Susi saat itu menangis. Hanya saja, dia tidak mengetahui alasan di balik tangisan Susi tersebut.
“Kemudian ada informasi kami dengar apa namanya asisten rumah tangga bernama Susi menangis-nangis tapi tidak tahu tangisannya tentang apa,” imbuhnya.
Dalam sidang kali ini JPU menghadirkan sebanyak 12 saksi mulai dari yaitu Samuel Hutabarat ayah dari Brigadir J, lalu Bibi Brigadir J, Rohani Simanjuntak, Pacar Brigadir J, Vera Maretha Simanjuntak, sampai kuasa hukumnya Kamaruddin Simanjuntak.
Sedangkan sisa keluarga Brigadir J lainnya adalah Rosti Simanjuntak, Maharesa Rizky, Yuni Artika Hutabarat, Devianita Hutabarat, Novita Sari Nadea, Sangga Parulian, Roslin Emika Simanjuntak, dan Indra Manto Pasaribu.
Dimana mereka akan diperiksa guna memastikan dakwaan atas perkara pembunuhan berencana atas terdakwa Bharada E yang disebut ikut terlibat dalam pembunuhan berencana Brigadir J dengan menembak sebagaimana intruksi Ferdy Sambo saat di rumah dinas Kompleks Perumahan Polri, Duren Tiga Jakarta Selatan.
Atas perbuatannya, Bharada E didakwa sebagaimana terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP yang menjerat dengan hukuman maksimal mencapai hukuman mati.(wol/lvz/d2)
Editor: SASTROY BANGUN
Discussion about this post