MEDAN, Waspada.co.id – IHSG selama sesi perdagangan berlangsung bergerak anomali dengan alami pelemahan yang cukup dalam, meskipun mayoritas bursa di Asia alami penguatan. Bahkan IHSG sempat dihentikan sementara perdagangannya setelah alami koreksi hingga 5%.
Pelemahan IHSG ditengah sentimen positif kinerja pasar saham di Asia menimbulkan tanda tanya besar.
Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, menuturkan apa sebenarnya yang memicu terjadinya tekanan jual tersebut?
“Seakan ada tekanan jual di luar nilai fundamental ekonomi nasional yang disajikan dalam bentuk data kinerja yang relatif aman atau bahkan bisa dikatakan memuaskan. Walaupun sejauh ini memang ada begitu banyak tekanan eksternal yang mendorong aksi jual. Seperti perang dagang yang meluas hingga ancaman resesi yang kian dekat dengan kemungkinan di sejumlah negara,” tuturnya, Kamis (20/3).
Namun fundamental ekonomi nasional faktanya tidak mampu menopang tekanan jual yang memaksa BEI harus menghentikan sementara perdagangan.
“Karena pelaku pasar sudah memperhitungkan sejumlah resiko yang muncul diakibatkan oleh ketidakpastian ekonomi global belakangan ini. Ditambah lagi resiko yang muncul dari pengelolaan fiskal yang ketat di tanah air,” katanya.
Lalu melemah 3.84% di level 6.223,388. IHSG sempat menyentuh 6.011 sebagai level terendah selama sesi perdagangan berlangsung. Setelah sempat di suspend pada sesi perdagangan pertama, IHSG perlahan mampu berbalik arah walaupun tetap membukukan kinerja saham yang terburuk di Asia.
“Hal yang tak jauh berbeda juga ditunjukan oleh kinerja mata uang Rupiah. Dimana rupiah juga sempat terpuruk hingga ke level 16.470, sebelum akhirnya ditutup melemah di level 16.420 per US Dolar. Tekanan terhadap rupiah di sesi perdagangan kedua mereda, dan pelemahan rupiah tidak seburuk kinerja IHSG. IHSG mengalami tekanan jual seirama dengan aksi jual investor asing yang membukukan transaksi jual bersih senilai 885 Milyar,” ucapnya.
Belum bisa dipastikan apakah tekanan pada perdagangan besok akan mereda. Namun ada sejumlah agenda penting yakni kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral AS dan Bank Indonesia pada perdagangan besok.
“Terpisah, kinerja harga emas pada perdagangan sore ini ditransaksikan menguat ke level $3.020 per ons troy, atau sekitar 1.6 juta per gram,” tandasnya. (wol/eko/d2)
Editor: Ari Tanjung
Discussion about this post