MEDAN, Waspada.co.id – Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut) meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk melakukan upaya untuk memenuhi ketersediaan kebutuhan pangan menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Sekretaris Komisi B DPRD Sumut, Hariyanto mengatakan dengan stabilnya harga pangan membuat masyarakat khususnya umat islam dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, dan di lebaran nanti bisa bersilaturahmi berjalan dengan baik.
Selain ketersedian bahan pangan, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga meminta agar kestabilan harga juga diintervensi dan tidak ada ke lonjakan harga.
“Jika adanya lonjakan, pastinya mengganggu masyarakat dalam beribadah maupun silaturahmi di lebaran nanti,” ucapnya.

Dia menyebutkan, sebelumnya Komisi B DPRD Sumut sendiri telah melakukan kunjungan ke PT. Badan Usaha Logistic (Bulog) untuk memantau ketersedian pangan seperti beras maupun minyak goreng.
“Kami tadi sudah ketersedian beras maupun minyak goreng di Bulog Kisaran yang membawahi Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai, kami sudah pantau di lokasi dan mereka menyatakan bahwa ketersedian pangan dipastikan aman untuk bukan ramadhan idul fitri,” ungkapnya.
Dari kunjungan itu, kata Hariyanto, PT.Bulog sendiri akan bekerja sama dengan Disperindag Sumatera Utara maupun Kab/Kota untuk melaksanakan operasi pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga.
“Akan adanya nantinya Operasi pasar yang diselenggarakan Bulog sendiri dengan Disperindag Provinsi maupun Kab/Kota, dengan tujuan mengantisipasi lonjakan harga,” ucapnya.
Terkait dengan kebutuhan pangan lainnya seperti cabe, bawang maupun kebutuhan pokok lainnya, Hariyanto mengatakan mudah-mudahan komoditi tersebut bisa stabil hingga idul fitri nanti.
“Ya untuk komoditi tersebut (cabe, bawang, telur) Mudah-mudahan harganya masih stabil dan terpenuhi, tapi kita belum turun ke lapangan seperti apa, dalam waktu dekat mudah-mudahan kita pantau,” ucapnya.
Dia berharap kepada pemerintah pusat maupun daerah agar kegiatan ini bisa menjadi agenda penting, agar kebutuhan pokok bisa stabil.
“Kalw bisa bukan hanya stabil, tapi lebih menekan harga lebih murah lagi, tapi jangan juga merugikan petani maupun pedagang, mudah-mudahan pemerintah bisa menjaga kestabilan itu,” pungkasnya. (wol/man/d2)
Editor AGUS UTAMA
Discussion about this post