MEDAN, WOL – Anjlokanya Kereta Api Sri Lelawangsa jurusan Medan-Binjai di perlintasan rel, Jalan MT Haryono, Kecamatan Medan Timur, Selasa (15/12).
Salah seorang teknisi kepada Waspada Online menuturkan, kereta api yang anjlok tersebut masih dalam kondisi layak jalan. “Enggak ada masalah. Mesinnya dalam keadaan baik ini,” terangnya sembari mencatat kerusakan kereta api yang anjlok tersebut.
Disebutkan, sebelum jalan, kereta api sudah dicek. Karena kondisinya baik, kereta api pun kemudian dibawa untuk diuji coba. “Untuk kereta api ini selalu kita lakukan pengecekan rutin. Sebulan sekali ini harus dirawat. Tapi kalau pengecekan, dilakukan setiap hari,” sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, empat rangkaian gerbong Kereta Api Sri Lelawangsa jurusan Medan-Binjai anjlok keluar dari perlintasan.
Beruntung dalam insiden anjloknya kereta api tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Tetapi pihak Kereta Api Indonesia mengalami kerugian hingga puluhan juta. Sebab sisi depan kereta penumpang tujuan Medan-Binjai tersebut mengalami rusak karena sempat menghantam bebatuan.
Informasi yang didapat Waspada Online dari lokasi kejadian menerangkan, rangkaian Kereta Api Sri Lelawangsa tersebut anjlok keluar jalur sekira pukul 14.15 Wib siang. Ketika itu posisi laju kereta api dalam posisi yang sangat kencang.
“Tadi pas aku lihat kereta yang anjlok tersebut kencang sekali melajunya. Dan tiba-tiba langsung terdengar suara keras. Ternyata, pas kami cek kereta api tersebut sudah keluar jalur,” terang salah seorang saksi, Yono (53) warga sekitar rel.
Sementara itu, Kepala Stasiun Besar Kereta Api, Narudin menerangkan, anjloknya Kereta Api Sri Lelawangsa dikarena kereta api tersebut dalam massa uji coba. “Kereta api yang anjlok tersebut masih dalam tahap uji coba. Kereta api ini nantinya akan dioperasikan sebagai angkutan Natal dan Tahun Baru,” terangnya.
Pantauan Waspada Online, ternyata kereta api yang anjlok tersebut bukan di jalur perlintasan tetapi di perlintasan uji coba yang disediakan pihak PT Kereta Api Indonesia.(wol/lvz/data2)
Editor: SASTROY BANGUN
Discussion about this post